Haloo,, udah setahun ya ga update blog lagi. huft
Okee, langsung pada topik

Diagram Fishbone 

apa diagram fishbone? awalnya pas dikasih tugas ama dosen suruh cari artikel ini sempet salah keyword di google, haha. saking ga ngerti dan ga pernah tahu ama diagram fishbone ini. *curhat dikit

Diagram Fishbone :

- wikipedia : adalah diagram yang menunjukkan penyebab-penyebab dari sebuah even yang spesifik

yaa, diagram fishbone merupakan salah satu metode / tool dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram Sebab-Akibat. Masih bingung? sama, hehe. yuuk lanjut

Diagram ini digunakan untuk menyelesaikan masalah sampai ke akarnya, penemunya Dr. Kaoru Ishikawa. Orang Jepang ini ditengarai sebagai orang pertama yang memperkenalkan 7 alat atau metode pengendalian kualitas yakni fishbone diagram, control chart, run chart, histogram, scatter diagram, pareto chart, dan flowchart *wooow, daebak

Dikatakan Diagram Fishbone karena memang berbentuk mirip dengan tulang ikan yang moncongnya menghadap ke kanan.

blank fishbone diagram, sumber : marketergizmo.com
Nah, dilihat dari gambar di atas diagram fishbone menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat (causes and effect)

Gimana cara pembuatan diagram fishbone nya?

  1. Mengidentifikasi Akibat / Effect nya secara spesifik lalu letakkan dibagian moncong sebelah kanan (Kepala Ikan)
  2. Mengidentifikasi berbagai kategori sebab utama (ditaruh di tulang ikan yg paling besar atau di gambar bagian kotaknya)
  3. Brainstroming atau rembukan. Menemukan sebab-sebabnya dengan cara berdiskusi dengan tim dengan cara mengembangkan pertanyaan "MENGAPA?"
  4. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin dan mulai di investigasi  

- Di tahapan nomor 2, ada kalimat 'berbagai kategori' maksudnya apa nih?
Kategori yang dimaksud di sini adalah panduan untuk merumuskan faktor-faktor utama :

  • 4 M (untuk perusahaan manufaktur) => Machine, Method, Material, Man
  • 8 P (untuk industri jasa) => People, Process, Policies, Procedures, Price, Promotion, Place, Product
  • 4 S ( untuk industri jasa) => Surroundings, Suppliers, Systems, Skills
  • 4 P (untuk manajemen pemasaran) => Price, Product, Place, Promotion

Nah, yaa kira-kira seperti itulah diagram fishbone dibuat, semoga sedikit yang saya share bisa dimengerti. Selanjutnya learning by doing aja sih yaa. hehehe 


MPLS (Multiprotocol Label Switching)

Adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya

Gampangnya, membuat koneksi dari satu kantor (pusat) ke kantor lainnya (cabang-cabangnya) secara private. Biasanya digunakan untuk pertukaran data yang sifatnya untuk internal perusahaan saja. :p

Jenis media transmisi yang digunakan adalah Fiber Optik dan Radio PTP.
  • Fiber Optik adalah media transmisi yang mempunyai kecepatan cahaya karena fiber optik dibuat dari kaca (fiber)
  •  
     
  • Radio PTP adalah Radio Point To Point. Jenis media transmisi ini menggunakan gelombang radio yang bervariasi, sesuai dengan jarak lokasinya. Semakin jauh jaraknya maka besar frekuensi yang digunakan akan semakin besar. Begitu juga dengan penampang radionya (ODU), akan semakin besar juga.
VPN

Layer 2 VPN - VPLS
Adalah Virtual Private LAN Service (btw, itu singkatannya kalee, hehe)
Dengan konsep any to any baik mesh maupun hub to spoke untuk aplikasi suara, data, video dan internet. 

Layer 2 VPN - VLL (Virtual Leased Line)
Adalah Premium Ethernet dengan koneksi Point to Point

Layer 3 IP VPN (Internet Protocol Virtual Private Network
Adalah Premium Ethernet dengan koneksi Point to Point atau Point to Multipoint.

...Pengertian diatas dengan bahasa saya sendiri yaa, hehe. Sekian dulu....

Melanjutkan pada pembahasan sebelumnya yaitu Internet..

Bagaimana kita bisa berselancar di internet dengan mendapatkan segudang informasi?
Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?

Jadi, ketika kita terkoneksi dengan internet yang terjadi sama halnya dengan kita mengirim surat atau barang via jasa ekspedisi.
1. Apabila kita ingin mengirim surat, maka kita harus menulis alamat yang dituju, di internet kita harus mengetik alamat url yang akan kita tuju
2. Surat tersebut akan diantar dengan sebuah kendaraan menuju alamat tujuan. Di jalan kendaraan tersebut sangat mungkin mengalami kemacetan, nah kalau di internet bayangan kasarnya loadingnya lama.
3. Bisa jadi juga kendaran tersebut mengalami tabrakan dengan kendaraan lain. Di internet kita akan gagal masuk ke url yang dituju karena url tersebut tidak dikenal
4. Anggap saja di jalan kendaraan berjalan dengan lancar dan sampai di alamat tujuan (biar cepet). Apabila di internet kita bisa masuk ke url yang kita tuju

Eiitss, penjelasan diatas jangan langsung di artikan mentah-mentah yaa. karena sebenarnya yang terjadi di internet lebih rumitdh. tapi ga serumit masalah di negeri ini kok (laah, jadi curhat nih) oke skip!

DALAM PENGIRIMAN DATA DI INTERNET TERJADI 2 PROSES :

1. Proses Enkapsulasi -> Proses penambahan header informasi pada setiap potongan data di masing-masing layer

2. Proses Dekapsulasi -> Proses pelepasan header informasi dari setiap potongan data di masing-masing layer
TCP/IP vs OSI Model






















TCP/IP MODEL
- Network Access : Mengendalikan hardware & media untuk membentuk jaringan
- Internet : Menentukan jalur terbaik dalam jaringan
- Transport : Mendukung komunikasi antar perangkat dalam jaringan
- Application : Mempresentasikan data kepada user

OSI MODEL
Untuk penjelasan lebih lanjut bisa ditonton nih videonya yaaa...


Yaaaa, mungkin sekian yang bisa saya share ... bye.. byee... 
Source video bisa search di youtube :)
Haloo, sudah 3 tahun blog ini tidak pernah diupdate. maap, maap.
pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang apa itu Internet?

Langsung capcus yaa cyiin
 
Wikipedia :Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh Jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia

 TCP/IP akan saya jelaskan lebih lanjut di artikel selanjutnya....


Elemen Jaringan terdiri dari :
  1. Protocol
  2. Media
  3. Informasi
  4. Perangkat 
 Ada 2 Jaringan Kabel :
  1. wire : media tembaga (kabel)
  2. wireless (tanpa kabel)
Pembagian jaringan berdasarkan area :
  • LAN : jaringan dalam area kecil
  • WAN : jaringan dalam area yang lebih luas dari LAN
  • Internet : jaringan global yang menhubungkan LAN & WAN
 Sebagian perangkat :


Router


Switch
Modem




Server















Semua perangkat diatas merupakan perangkat yang digunakan untuk koneksi ke internet.


namun, dengan anda memiliki salah satu perangkat diatas belum tentu anda bisa langsung connect ke internet
mengapa bisa begituu?
karena eh karenaaaa untuk connect ke internet anda juga membutuhkan alamat ip. alamat ip bisa didapatkan dari ISP (Internet Service Provider)

alamat ip ada 2 yaitu ip versi 4 dan versi 6
kenapa ada 2 jenis ip address? apa tidak cukup dengan menggunakan ip v.4 saja?
karena dengan semakin berkembangnya zaman, maka tekhnologipun akan semakin berkembang.
maka dari itu, untuk menghadapi perkembangan tekhnologi, maka disediakanlah ip v.6


cukup sekian dulu, karena kalau banyak-banyak ntar muntah. hehe
ikuti artikel selanjutnya yaaaa....




selamat malam para pembaca sekalian..
kali ini Insan dapat tugas Java, di soal tertulis 8 soal.
dan ini jawabannyaa,,


tak kasih tau scriptnya dulu yaa..

package Praktek1;
import javax.swing.JOptionPane;
public class MenuDariJOption {
    private static String name;
    private static String gender;
    private static String jk;
    private static String des;
    private static int validDes;
    static StringBuilder Hasilbiner= new StringBuilder();
    static StringBuilder hexaHasil= new StringBuilder();
    static StringBuilder octalHasil= new StringBuilder();
    static String hi;
    private static int ji,ro,lu,pat,mo,nem,tu,wol,ngo,luh;
   
    public static void keBiner(int n){
    if(n>1){
        keBiner(n/2);
    }
    System.out.print(n%2);
    Hasilbiner.append(n%2);
    }
     public static void eksepsiInpBiner(){
    inputDesJOption();
        try {
        validDes=Integer.parseInt(des);
        keBiner(validDes); //parameter
        JOptionPane.showMessageDialog(null, des + "Binernya adalah "+Hasilbiner, "hasil konversi"
                , JOptionPane.PLAIN_MESSAGE);
        Hasilbiner = new StringBuilder();
    }
    catch (NumberFormatException rrr){
      JOptionPane.showMessageDialog(null, des +"bukan angka!!"
              +"\nMasukkan angka saja!!");
      eksepsiInpBiner();
    }
    }
     
     public static void keHexa(int n){
    char[] daftarHexa={'0','1','2','3','4','5','6','7','8','9','A','B'
            +'C','D','E','F'};
    if(n>0){
      keHexa(n/16);
    System.out.print(daftarHexa[n%16]);
    hexaHasil.append(daftarHexa[n%16]);
     }
}
    public static void eksepsiInpHexa(){
    inputDesJOption();
        try {
        validDes=Integer.parseInt(des);
        keHexa(validDes); //parameter
        JOptionPane.showMessageDialog(null, des+"Hexanya adalah "+hexaHasil, "hasil konversi"
                , JOptionPane.PLAIN_MESSAGE);
        hexaHasil = new StringBuilder();
    }
    catch (NumberFormatException err){
      JOptionPane.showMessageDialog(null, "'"+des +"'"+"bukan angka!!"
              +"\nMasukkan angka saja!!");
      eksepsiInpHexa();
    }
    }
    
    public static void keOctal(int n){
        char[] daftarOctal={'0','1','2','3','4','5','6','7'};
    if(n>0){
        keOctal(n/8);
    System.out.print(daftarOctal[n%8]);
    octalHasil.append(daftarOctal[n%8]);
    }
    }
  public static void eksepsiInpOctal(){
    inputDesJOption();
        try {
        validDes=Integer.parseInt(des);
        keOctal(validDes); //parameter
        JOptionPane.showMessageDialog(null,des + "Oktalnya adalah "+octalHasil, "hasil konversi"
                , JOptionPane.PLAIN_MESSAGE);
        octalHasil = new StringBuilder();
    }
    catch (NumberFormatException brr){
      JOptionPane.showMessageDialog(null, des +"bukan angka!!"
              +"\nMasukkan angka saja!!");
      eksepsiInpOctal();
    }
    }
     
    public static void inputDesJOption(){
    des = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bil Desimalnya= ");
    try{
        if(des.isEmpty()){
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "Ga boleh kosong loh yaa!!");
            inputDesJOption();
        }
    }
    catch(NullPointerException rrr){
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "eits, jgn kabur!");
        inputDesJOption();
    }
    }
    
    public static void inpNama(){
    name=JOptionPane.showInputDialog(null,
            "Masukkan nama anda: ");
    try{
        if(name.isEmpty()){
            JOptionPane.showMessageDialog(null,
                    "Hoee, Nama tidak boleh kosong!!");
            inpNama();//kembali input nama
        }
        else{
            for(int p=0;p<name.length();p++){
                if(!Character.isLetter(name.charAt(p))){
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "Hooe, Tulisannya ga boleh 4L4Y ");
            inpNama(); //kembali input nama
        }
            }
    }
    }
     catch(NullPointerException npe){
         JOptionPane.showMessageDialog(null,
                 "Harap diisi Nama dulu dong!!");
         inpNama();//kembali input nama
     }
    }
    public static void inpGender(){
    jk=JOptionPane.showInputDialog("Jenis Kelamin");
    try{
        if(jk.isEmpty()){
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "Isi dahulu ya!");
            inpGender();
        }
    }
    catch (NullPointerException npt){
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "Jangan kabur dong, diisi dulu");
        inpGender();
    }
    if ("Laki-laki".equals(jk)){
        gender=" saudara, ";
    }
    else{
        if("Perempuan".equals(jk)){
        gender=" saudari, ";
        }
        else{
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "isinya hanya Laki-laki dan Perempuan ya");
            inpGender();
        }
    }
    }
    
    //terbilang
    String[] angka={"","Satu","Dua","Tiga","Empat","Lima","Enam","Tujuh"
            +"delapan","Sembilan","Sepuluh","Sebelas"};
    private String ucap(int x){
        String bilang="";
        int y = x / 100;
        if(y > 0){
            bilang = angka[y]+" Ratus ";
            if(y == 1) bilang="Seratus";
            x%=100;
        }
      if(x<12)bilang += angka[x];
      else{
          y=x/10;
          x%=10;
          if(y==1)
              bilang +=angka[x] + "Belas";
          else
              bilang +=angka[y] + "Puluh"+angka[x];
      }
      return bilang;
    }
    
    private String terbilang(long x){
        int y;
        String bilang="";
        String [] satuan={""," Ribu "," Juta "," Milyar "," Trilyun "
                +" Quadrilyun "," Quintilyun "};
        if(x > Math.pow(10,20)) return "Bilangan terlalu besar";
        for(int a=6;a>0;a--){
            y = (int) (x/Math.pow(10, a*3));
        if(y > 0){
            if(y==1 && a ==1) bilang += " Seribu "; else bilang += ucap(y) + satuan[a];
        } x %= Math.pow(10, a*3);
    }
    bilang+=ucap((int)x);
    return bilang;
}
public static void outTerbilang(){
hi = JOptionPane.showInputDialog("Masukkan Bilangan : ");
try{
    if(hi.isEmpty()){
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "Tidak Boleh Kosong!");
        outTerbilang();
    }
}
catch(NullPointerException err){
    JOptionPane.showMessageDialog(null, "Hayoo jangan kabuur");
    outTerbilang();
}
JOptionPane.showMessageDialog(null, new MenuDariJOption().terbilang(new Long(hi)),"TERBILANG", JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
}

public static void hasilPecahan(int desimal){
    String str=JOptionPane.showInputDialog("Masukkan bilangan yang dipecah : ");
    desimal=Integer.parseInt(str);
    
    ji=desimal/100000;
    desimal%=100000;
    
    ro=desimal/50000;
    desimal%=50000;
    
    lu=desimal/10000;
    desimal%=10000;
    
    pat=desimal/5000;
    desimal%=5000;
    
    mo=desimal/1000;
    desimal%=1000;
    
    nem=desimal/500;
    desimal%=500;
    
    tu=desimal/100;
    desimal%=100;
    
    wol=desimal/50;
    desimal%=50;
    
    ngo=desimal/10;
    desimal%=10;
    
    luh=desimal/1;
    desimal%=1;
}

public static void eksepsiPecahan(){
    try{
        hasilPecahan(validDes);
        JOptionPane.showMessageDialog(null, "Jumlah seratus ribuan ="+ji
                +"\nJumlah lima puluh ribuan = "+ro
                +"\nJumlah sepuluh ribuan = "+lu
                +"\nJumlah lima ribuan= "+pat
                +"\nJumlah seribuan= " +mo
                +"\nJumlah lima ratusan= " +nem
                +"\nJumlah seratusan= " +tu
                +"\nJumlah lima puluhan= " +wol
                +"\nJumlah puluhan= " +ngo 
                +"\nJumlah satuan= " +luh
         , "PECAHAN", JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE);
    }
    catch (NumberFormatException ggg){
        JOptionPane.showMessageDialog(null, des +
                "bukan angka!" + "\n Masukkan angka saja!");
        eksepsiPecahan();
    }
}

public static void Menukembali(){
    inpNama();
    inpGender();
}
    public static void menuJOption(){
    // text untuk tombol
        inpNama();
        inpGender();
        String[] pilihan = {"BINER", "HEXA", "OKTAL","TERBILANG", "PECAHAN", "KEMBALI", "<<KELUAR>>"};
    //"infinite" loop, selesai jika System.exit(0)
        while (true){
            int response = JOptionPane.showOptionDialog(
                    null // tengah window.
                    , "Selamat Datang"+gender+""+name+"!"
                    + "\nPilih Konversi Bilangan dibawah ini?"// Pesan
                    , "Konversi Bilangan" //Judul Bar
                    , JOptionPane.YES_NO_OPTION //tipe pilihan
                    , JOptionPane.PLAIN_MESSAGE //tipe pesan
                    , null                      //Icon(none)
                    , pilihan                  //tombol text
                    , null   //label tombol default
                    );
            //menggunakan switch untuk mengecek tombol yang ditekan.
            switch (response){
                case 0:
                    eksepsiInpBiner();
                    break;
                case 1:
                    eksepsiInpHexa();
                    break;
                case 2:
                    eksepsiInpOctal();
                    break;
                case 3:
                    outTerbilang();
                case 4:
                    eksepsiPecahan();
                case 5:
                    Menukembali();
                case 6:
                case -1:
                    System.exit(0);
            //antara tombol (3) dan close box(-1) ditangani disini.
                default:
            //Jika kita disini ada kesalahan,
                    JOptionPane.showMessageDialog(null,
                    "response salah" + response); break;
            }
        }
    }
    public static void main(String[] args){
    menuJOption();
    }
    
}

hasil :

Tampilan Awal

Isi Nama

Apabila nama di cancel atau dikosongi

inputan nama tidak boleh seperti ini

kalo input nama seperti di atas maka

setelah input nama sudah benar,
maka akan ada tampilan seperti ini,

 Lalu, insan isi dengan Perempuan ya, soalnya insan kan perempuan. :)

kalo jenis kelaminnya bukan Perempuan atau Laki-laki maka tampilannya


Kalo di cancel

and then, tampilannya seperti ini

disini Insan inputan desimalnya 14



Tampilan binernya

Tampilan Hexanya


Tampilan Oktalnya

Lalu tampilan terbilangnya adalah

untuk tampilan Pecahannya sbb


kan di tampilan biner,hexa,dan octal ada button cancelnya, kalo ditekan tampilan sbb


lalu diatas juga ada button kembali, kalau di tekan tampilannya kembali ke awal: 


kalo keluar, yaa keluar dari program.


maaf kalo rada berantakan, efek sudah malam. :D
besok kalo ada kuota lagi Insan edit deh.
tapi ini sudah lumayan jelas kaan?? :p
saran dibutuhkan yaa. :)






Dalam pengkonversian bilangan pada Java, sebagai outputnya ada 2 yaitu, memakai JOptionPane dan Scanner.
pada pembahasan kali ini Insan menggunakan yang Scanner.
simak codingnyaa,

package Praktek1;
//memanggil kelas yang akan dipakai
import java.util.Scanner;
public class KonversiBilanganScanner {
static String name; //object
static String jenis_kelamin; //object
static String jk; //object
static int bilDes; // variable
// fungsi/method rekursi
public static void Biner(int n)
{
if(n>1)
{
Biner(n/2);
}
System.out.print(n%2);
}
public static void Oktal(int n)
{
char[] daftarOktal={'0','1','2','3','4','5','6','7'};
int sisaBagi = n % 8;
if(n>0)
{
Oktal((n - sisaBagi)/8);
System.out.print(daftarOktal[n%8]);
}
}
public static void Hexa(int n)
{
char[] daftarHexa={'0','1','2','3','4','5','6','7','8','9','A','B','C','D','E','F'};
int sisaBagi = n % 16;
if(n>0)
{
Hexa((n - sisaBagi)/16);
System.out.print(daftarHexa[n%16]);
}
}
public static void inputDes()
{
System.out.print("Masukkan Bilangan Desimal = ");
Scanner inputan=new Scanner(System.in);
bilDes =inputan.nextInt();
// return bilDes;
}
public static void tampilBiner()
{
inputDes();
System.out.print("Binernya Adalah ");
Biner(bilDes);
}
public static void tampilHexa()
{
inputDes();
System.out.print("Hexanya Adalah ");
Hexa(bilDes);
}
public static void tampilOktal()
{
inputDes();
System.out.print("Oktalnya Adalah ");
Oktal(bilDes);
}
public static int inpBil()
{
System.out.println("=================================="
+ "\nSelamat Datang " + jk + ", " + name + ",");
System.out.println("Silahkan memilih Menu Konversi "
+ "Bilangan ke: " +
"\n1.Biner \n2.Hexa \n3.Oktal \n4.Exit");
System.out.print("Masukkan Angka Menu = ");
Scanner inputan=new Scanner(System.in);
int pilMenu = inputan.nextInt();
return pilMenu;
}
public static void menU(int pil)
{
System.out.println("\033"); // Clear Screen
switch(pil)
{
case 1: tampilBiner(); break;
case 2: tampilHexa(); break;
case 3: tampilOktal(); break;
case 4: System.out.println("Kamsia ya, sudah mampir.");
System.exit(0); break; // Memberikan Kondisi False
default : System.out.println("(Maaf. Pilih Angka 1 - 4 Saja)"); break;
}
System.out.println("\033"); // clear screen
}
public static void input()
{
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.println("Masukkan Nama Anda :");
name=input.nextLine();
if(name.equals(""))
{
namaKosong();
input();
}
else
{
jenis_kelamin();
}
}
public static void namaKosong()
{
Scanner namaKosong = new Scanner(System.in);
System.out.println("Namanya Harus Diisi !!!");
}
public static void jenis_kelamin()
{
Scanner jenis = new Scanner(System.in);
System.out.println("Masukkan Jenis Kelamin = ");
System.out.println("Pilih : \n 1 untuk Laki-Laki, \n 2 untuk Perempuan");
int response = jenis.nextInt();

switch(response)
{
case 1 :
jk = "Bro";
break;
case 2 :
jk = "Sis";
break;
default :
Scanner waria = new Scanner(System.in);
System.out.println("Cepat Perjelas Kelamin Anda Yaa..");
jenis_kelamin();
break;
}
}
public static void main(String aKU[]) // Guna Static -> Tidak Perlu Pembentukan Objek
{
input();
// terus mengulang menu jika bukan angka 4
do
{
menU(inpBil()); // atau KonversiBilangan.menU(inpBil());
}
while(true);
}
}

Hasilnya :




saran dan kritik dibutuhkan. :)



Haluu, ini Insan lagi ada tugas suruh buat konversi bilangan desimal ke biner,heksa dan oktal.
beuh banyak banget kan, untung Insan tetep semangaat nih.
ini dia scriptnyaa, simak deh.

<!--
-->
<?php
error_reporting(0);
$des = $_REQUEST['des'];//deklarasi var desimal
$option = $_REQUEST['option'];//deklarasi var pilihan
//Membuat function bin untuk konversi ke biner
    function bin($bil){
      $decimal= $bil;
      $ori=$decimal;;
      while ($decimal>0){ //Looping memutuskan apakah inputan 1 atau 0 yang ditampilkan
                    if($decimal%2 == 0){ // menampbah 0
                        $binary .= 0; //$binary=0+$binary
                        $decimal /= 2; //$decimal=$decimal/2
                    }
                    else{   //menambah 1
                        $binary .= 1; //$binary=1+$binary
                        $decimal = ($decimal/2)-0.5;

                    }
                }
                $result = strrev($binary);
      return "Biner dari : $ori adalah : $result <br/>"; //funngsi ini mereturn hasil
    }
//Membuat function oct untuk konversi ke octal
    function oct($bil){
        $des= $bil;
        $ori=$des;
        $oct='';
        while($des>0){
            $hasil=$des%8;
                switch($hasil){
                    case 0: $oct.="0"; break;
                    case 1: $oct.="1"; break;
                    case 2: $oct.="2"; break;
                    case 3: $oct.="3"; break;
                    case 4: $oct.="4"; break;
                    case 5: $oct.="5"; break;
                    case 6: $oct.="6"; break;
                    case 7: $oct.="7"; break;
                    default : break;
                }
                if($des/8==0){
                    $sisa=($des%8);
                    $des=$sisa;
                }
                else{
                    $sisa=($des/8);
                    $des=$sisa%8;
                }
        }
        $result = strrev($oct);
         return "Octal dari : $ori adalah : $result <br/>"; //fungsi ini mereturn hasil
    }
//Membuat function hex untuk konversi ke hexa
    function hex($bil){
        $des= $bil;
        $ori=$des;
        $hex='';
        while($des>0){
        $hasil=$des%16;
            switch($hasil){
                case 0: $hex.="0"; break;
                case 1: $hex.="1"; break;
                case 2: $hex.="2"; break;
                case 3: $hex.="3"; break;
                case 4: $hex.="4"; break;
                case 5: $hex.="5"; break;
                case 6: $hex.="6"; break;
                case 7: $hex.="7"; break;
                case 8: $hex.="8"; break;
                case 9: $hex.="9"; break;
                case 10: $hex.="A"; break;
                case 11: $hex.="B"; break;
                case 12: $hex.="C"; break;
                case 13: $hex.="D"; break;
                case 14: $hex.="E"; break;
                case 15: $hex.="F";
                default : break;
            }
            if($des/16==0){
                $sisa=($des%16);
                $des=$sisa;
            }
            else{
                $sisa=($des/16);
                $des=$sisa%16;
            }
            }
         $result = strrev($hex);
         return "Hexa dari : $ori adalah : $result <br/>"; //fungsi ini mereturn hasil
    }
?>
<!DOCTYPE html>
<html>
    <head>
        <meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=UTF-8">
        <title>Converter Option for Biner</title>
    </head>
<body bgcolor="purple">
        <form action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF']; ?>"
                method="post" name="form1">
            <p>Masukkan bilangan desimal :          
              <input type="text" name="des" value="<?php echo $des ?>" />
            </p>
            <p>Pilih konversi : <br/>
                <input type="radio" name="option" value="bin"
                    <?php ($option=="bin") ? print 'checked=""': print ''; ?>/>
                        Desimal to Biner<br/>
                <input type="radio" name="option" value="hex"
                    <?php ($option=="hex") ? print 'checked=""': print ''; ?>/>
                        Desimal to Hexa<br/>
                <input type="radio" name="option" value="oct"
                    <?php ($option=="oct") ? print 'checked=""': print ''; ?>/>
                        Desimal to Octal<br/>
            </p>
            <input type="submit" name="submit" value="Submit"/>
        </form>
        <?php
            if(isset($_POST['des'])){ //apakah data tersubmit?
                /*membuat variable untuk menyimpan data yang dikirim*/
                $des = $_REQUEST['des'];
                $option = $_REQUEST['option'];
                //cek apakah data yang dikirim tidak kosong ?
                if($des=='' || $option==''){
                    echo '<h2>maaf data kurang lengkap</h2>';
                }
                else{
                    //cek konversi bilangan
                    switch($option){
                        case 'bin' : echo "<h3>".bin($des)."</h3>"; break;
                        case 'hex' : echo "<h3>".hex($des)."</h3>"; break;
                        case 'oct' : echo "<h3>".oct($des)."</h3>"; break;
                        default : break;
                    }
                }
                echo "<a href='".$_SERVER['PHP_SELF']."'>Reset</a>"; //hasil
            }
         ?>
</body>
</html>

dan kemudian hasilnya seperti ini, taraa..

NewerStories OlderStories Home